Latest Posts

Perayaan - Festival - Hari Raya 2017

ISKCON Websites

Guru Maharaja

ISKCON Websites

Horizontal Random Posts

he krishna karuna-sindho dina-bandho jagat-pate gopesa gopika-kanta radha-kanta namo 'stu te
O Sri Krishna yang hamba cintai, Andalah kawan bagi orang yang berdukacita, Andalah sumber ciptaan. Andalah tuan bagi para gopi dan Andalah yang mencintai Radharani. Hamba bersujud dengan hormat kepada Anda.


Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Latest News

Mohon Karunianya

Website ini kami buat dengan mengutip dari berbagai sumber seperti:
1. Bhagavad-gita Menurut Aslinya
2. Srimad Bhagavatam
3. Krishna Katha
4. Facebook, Website, dll.

Tujuan kami untuk saling berbagi pengetahuan rohani, dan tidak ada niatan kami untuk menggurui atau pun menyebarkan ketidakbaikan.

Mohon karunianya dari saudara sekalian untuk saling berbagi demi kehidupan rohani kita yang lebih baik.

Semoga niatan yang sangat kecil ini bisa membantu kita menjalani kehidupan r0hani yang semakin mantap

Terimakasih
Admin
TOP Commentators
Mahanila Store. Powered by Blogger.

Total Daily Counters (Start 02-Dec-2017)

AmazingCounters.com

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)


Our Daily Routine Activities:

1. Chant Mahamantra Hare Krishna (16 Rounds)
2. Mangala Arathi
3. Read Srimad Bhagavatam (1 Chapter)
4. Sandhya Arathi
5. Read Srimad Bhagavad-gita (1 Chapter)
6. Study Srila Prabupada's Books/ Literatures

Sanatana Dharma Ind-Fanpage

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

MAHANILA STORE (HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM)

Menjual buku-buku rohani Srimad Bhagavad-gita, Srimad Bhagavatam, Sri Caitanya Caritamrta, Lautan Manisnya Rasa Bhakti, Krishna Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Purana, Kue Kering, Dupa, Aksesoris, Kartal, Mrdanga, Saree, Air Gangga, Dipa, Kurta, Dhotti, Kipas Cemara, Kipas Bulu Merak, Poster, Japamala, Kantong Japa, Gelang, Kantimala, Rok Gopi, Choli, Blues, Pin, Bros, Kaos, Desain Website dan Database Microsoft Access, Logo, Neon Box, Safety Sign dll. Hubungi Kami di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)
Terimakasih Telah Berkunjung Ke Website Kami. Kunjungan Anda Berikutnya Sangat Kami Nantikan.

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Srimad Bhagavatam


Śrīmad Bhāgavatam

SB 1.1: Pertanyaan oleh Para Resi
SB 1.2: Ketuhanan dan Pelayanan Suci
SB 1.3: Kṛṣṇa adalah Sumber Segala Inkarnasi
SB 1.4: Kemunculan Śrī Nārada
SB 1.5: Instruksi Nārada tentang Śrīmad-Bhāgavatam kepada Vyāsadeva
SB 1.6: Percakapan Antara Nārada dan Vyāsadeva
SB 1.7: Putra Droṇa Dihukum
SB 1.8: Doa-Doa Dewi Kuntī dan Parīkṣit Diselamatkan
SB 1.9: Bhīṣmadeva Wafat di Hadapan Śrī Kṛṣṇa
SB 1.10: Keberangkatan Śrī Kṛṣṇa Menuju Dvārakā
SB 1.11: Kedatangan Śrī Kṛṣṇa di Dvārakā
SB 1.12: Kelahiran Mahārāja Parīkṣit
SB 1.13: Dhṛtarāṣṭra Meninggalkan Istana
SB 1.14: Kepergian Śrī Kṛṣṇa
SB 1.15: Para Pāṇḍava Mengundurkan Diri Pada Waktunya
SB 1.16: Bagaimana Parīkṣit Menghadapi Zaman Kali
SB 1.17: Hukuman dan Pemberian kepada Kali
SB 1.18: Mahārāja Parīkṣit Dikutuk oleh seorang Bocah Brāhmaṇa
SB 1.19: Kemunculan Śukadeva Gosvāmī


SB 1.1: Pertanyaan oleh Para Resi

SB 1.1.1 : Wahai Tuhan hamba,  Śrī Kṛṣṇa, putra Vasudeva, wahai Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa yang mengisi segalanya, hamba bersujud dengan segala hormat kepada Diri-Mu. Hamba memusatkan pikiran kepada Tuhan  Śrī Kṛṣṇa  ini karena Dia-lah Kebenaran Mutlak dan sumber awal dari segala sebab baik dalam hal penciptaan, pemeli-haraan maupun peleburan berbagai alam semesta yang terwujud. Dia menyadari secara langsung dan secara tidak langsung seluruh ciptaan, dan Dia bebas berdikari karena tidak ada sebab lain di luar Diri-Nya. Dia-lah yang pertama mewahyukan pengetahuan Veda ke dalam hati Brahmā ji, makhluk hidup pertama. Bahkan para resi dan para dewa yang agung sekalipun dibuat tenggelam dalam khayalan oleh Dia, seperti halnya seseorang dibingungkan oleh bayang-bayang air yang nampak berada di dalam api, atau penampakan bayang-bayang daratan di atas air. Hanya karena Dia-lah alam-alam semesta material, yang terwujud untuk sementara waktu disebabkan oleh reaksi tiga sifat alam material, nampak nyata, padahal sebenarnya tidak nyata. Oleh karena itu, hamba memusatkan pikiran ke-pada Dia, Tuhan  Śrī Kṛṣṇa, yang selamanya berada di kediaman rohani, sebuah tempat yang senantiasa bebas dari perwujudan-perwujudan ilusi dunia material. Hamba memusatkan pikiran kepada-Nya, sebab Dia adalah Kebenaran Mutlak. 

SB 1.1.2 : Menolak sepenuhnya segala kegiatan keagamaan yang bermotivasi duniawi, Bhagavata-Purāṇa ini mengemukakan kebenaran tertinggi, yang dapat dimengerti oleh penyembah Tuhan yang hatinya suci-murni sepenuhnya. Kebenaran tertinggi adalah kenyataan yang berbeda dari ilusi, untuk kesejahteraan semua insan. Kebenaran yang demikian mencabut tiga jenis kesengsaraan. Bhāgavatam yang indah ini, yang disusun oleh resi agung Vyāsadeva [dalam kesemPurnaannya], dengan sendirinya cukup untuk menginsafi Tuhan. Apa perlunya sastra lain? Begitu seseorang mendengarkan amanat Bhāgavatam dengan penuh perhatian dan sikap rendah hati, melalui pengembangan pengetahuan ini Tuhan Yang Maha Esa menjadi mantap di hatinya.

SB 1.1.3 : Wahai orang-orang yang ahli dan penuh pemikiran, nikmatilah Śrīmad-Bhāgavatam ini, buah matang dari pohon sastra Veda pemenuh segala keinginan. Śrīmad-Bhāgavatam disabdakan melalui bibir Sri Sukadeva gosvāmī. Karena itu, buah tersebut menjadi lebih enak lagi, kendati sari madunya memang sudah dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk insan-insan yang sudah terbebaskan. 

SB 1.1.4 : Suatu ketika, di sebuah tempat suci di hutan Naimiṣāraṇya, resi-resi agung yang dipimpin oleh resi Saunaka berkumpul untuk menyelenggarakan korban suci agung selama seribu tahun untuk memuaskan Tuhan dan para penyembahnya.

SB 1.1.5 : Pada suatu hari, setelah menyelesaikan tugas-tugas pagi hari dengan menyalakan api korban suci dan menghaturkan tempat duduk kehormatan kepada Śrīla Suta gosvāmī, para resi mengajukan pertanyaan, dengan penuh hormat, berkenaan dengan hal-hal sebagai berikut.

SB 1.1.6 : Para resi berkata: Suta gosvāmī yang terhormat, Anda bebas sepenuhnya dari semua sifat buruk. Anda telah menguasai dengan baik seluruh kitab suci terkenal untuk kehidupan beragama, serta kitab-kitab Purāṇa dan sejarah, sebab Anda telah mempelajarinya di bawah bimbingan yang benar dan juga telah menjelaskannya.

SB 1.1.7 : Sebagai ahli Vedanta berpengetahuan tinggi yang paling senior di sini, wahai Suta gosvāmī, Anda fasih dengan pengetahuan Vyāsadeva, Sang Inkarnasi Tuhan, dan Anda juga mengenal resi-resi lain yang menguasai sepenuhnya segala jenis pengetahuan alam dan metafisika.

SB 1.1.8 : Oleh karena Anda sangat patuh, guru-guru spiritual Anda telah memberkati diri Anda dengan segala macam karunia yang dianugerahkan kepada seorang murid yang baik. Karena itu, Anda dapat memberitahukan kepada kami segala sesuatu yang telah Anda pelajari secara ilmiah dari mereka. 

SB 1.1.9 : Oleh karena Anda telah dianugerahi usia panjang, mohon terangkanlah kepada kami, dengan cara yang mudah dimengerti, apa yang telah Anda ketahui dengan pasti sebagai kebaikan mutlak dan tertinggi bagi orang banyak. 

SB 1.1.10 : Wahai resi yang berpengetahuan tinggi, pada zaman Kali yang keras ini, usia harapan hidup manusia sangatlah pendek. Mereka suka bertengkar, malas, tersesat, bernasib sial, dan di atas semua itu, mereka selalu resah. 

SB 1.1.11 : Ada berbagai jenis kitab suci, dan di dalamnya ditetapkan banyak tugas kewajiban, yang hanya bisa dimengerti setelah berbagai bagiannya dipelajari selama bertahun-tahun. Oh resi, karena itu, pilihlah hakikat semua kitab suci tersebut dan jelaskanlah demi kesejahteraan semua makhluk hidup, bahwa berkat ajaran tersebut, hati mereka dapat dipuaskan sepenuhnya. 

SB 1.1.12 : Segala karunia terlimpah kepada Anda, wahai Suta Gosvami. Anda mengetahui maksud Personalitas Tuhan Yang Maha Esa muncul di dalam kandungan Devaki sebagai putra Vasudeva. 

SB 1.1.13 : Wahai Suta Gosvami, kami ingin sekali mempelajari ten-tang Personalitas Tuhan Yang Maha Esa dan inkarnasi-inkarnasi-Nya. Terangkanlah kepada kami ajaran-ajaran yang telah disampaikan oleh para guru besar [para acarya] sebelumnya, sebab martabat seseorang dinaikkan baik dengan membicarakan maupun dengan mendengarkan ajaran-ajaran tersebut. 

SB 1.1.14 : Makhluk hidup yang terjerat dalam jaring kelahiran dan kematian yang rumit langsung dapat dibebaskan bahkan hanya dengan mengucapkan nama suci Krishna secara tidak sadar sekalipun, yang mana kepribadian rasa takut pun takut kepada nama suci Krishna. 

SB 1.1.15 : Wahai Suta, resi-resi mulia yang telah berlindung sepe-nuhnya kepada kaki-padma Tuhan langsung dapat menyu-cikan orang yang berhubungan dengan mereka, sedang-kan air Sungai Gangga hanya sanggup menyucikan jika digunakan dalam kurun waktu yang lama. 

SB 1.1.16 : Adakah orang, yang ingin diselamatkan dari keburukan-keburukan zaman Kali, yang tidak berkeinginan untuk mendengarkan keagungan Tuhan yang luhur? 

SB 1.1.17 : Kegiatan rohani-Nya menakjubkan dan penuh karunia, dan resi-resi yang agung serta berpengetahuan tinggi seperti Narada menyanyikan kegiatan-kegiatan itu. Karena itu, sudilah kiranya Anda menuturkan kepada kami, yang sangat ingin mendengarkan tentang petualangan-petualangan yang dilakukan Tuhan dalam berbagai inkarnasi-Nya. 

SB 1.1.18 : Wahai Suta yang bijaksana, ceritakanlah kepada kami kegiatan rohani berbagai inkarnasi Tuhan Yang Maha Esa. Petualangan dan kegiatan penuh kemujuran yang diperlihatkan Tuhan itu, sang pengendali tertinggi, dilakukan oleh berbagai energi-dalam-Nya. 

SB 1.1.19 : Kami tidak pernah merasa lelah mendengarkan kegiatan rohani Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, yang dimulia-kan dengan kidung-kidung rohani dan doa-doa suci. Orang yang sudah mengembangkan suatu rasa untuk hubungan rohani dengan Tuhan menikmati kegiatan men-dengarkan kegiatan-Nya pada setiap saat. 

SB 1.1.20 : Śrī Kṛṣṇa, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, bersama Balarama, bermain seperti seorang manusia, dan dengan penyamaran seperti itu Dia melakukan banyak kegiatan yang melampaui kekuatan manusia. 

SB 1.1.21 : Karena kami mengetahui dengan baik bahwa zaman Kali sudah mulai, kami berkumpul di tempat suci ini untuk mendengarkan amanat rohani Tuhan Yang Maha Esa dalam waktu yang sangat lama dan melakukan korban suci dengan cara seperti ini. 

SB 1.1.22 : Kami berpikir bahwa kami telah berjumpa dengan Anda yang murah hati atas kehendak takdir, sehingga kami dapat menerima Anda sebagai nahkoda kapal bagi orang yang ingin menyeberangi samudera ganas zaman Kali, yang menghancurkan segala sifat baik umat manusia. 


SB 1.1.23 : Semenjak Śrī Kṛṣṇa, Kebenaran Mutlak, Penguasa segala kesaktian, telah berangkat ke tempat tinggalnya, beritahulah kami kepada siapa prinsip-prinsip keagamaan berlindung.  

SB 1.2: Ketuhanan dan Pelayanan Suci  


SB 1.2.1 : Setelah dipuaskan sepenuhnya oleh pertanyaan-pertanyaan yang sempurna yang diajukan oleh para brāhmaṇa, Ugraśravā [Sūta Gosvāmī], putera Romaharṣaṇa, mengucapkan terima kasih kepada mereka kemudian berusaha menjawabnya.

SB 1.2.2 : Śrīla Sūta Gosvāmī berkata: Perkenankanlah saya bersujud dengan penuh hormat kepada resi mulia tersebut [Śukadeva Gosvāmī] yang dapat menyelami hati setiap orang. Pada waktu beliau masuk ke tingkatan hidup pelepasan ikatan duniawi [sannyāsa], tanpa ritual penyucian pemberian benang suci atau ritual-ritual lain seperti tradisi kelas-kelas masyarakat atas, beliau pergi meninggalkan rumah ayahnya. Vyāsadeva, ayahnya, yang merasa sedih berpisah dengan putrenya, berseru, “Oh puteraku!” Namun, hanya gema pepohonan, yang larut dalam kesedihan perpisahan yang sama, menjawab panggilan sang ayah yang bersedih.

SB 1.2.3 : Perkenankanlah saya bersujud kepada kaki-padma beliau [Śuka], putera Vyāsadeva, guru spiritual semua resi. Beliau sangat murah hati kepada orang-orang duniawi yang berjuang mengarungi lautan kehidupan material yang sangat gelap, dengan menyampaikan pengetahuan pelengkap sebagai kunci rahasia untuk mengungkap inti sari pengetahuan Veda, setelah beliau sendiri memahaminya melalui pengalaman.

SB 1.2.4 : Sebelum membacakan Śrīmad-Bhāgavatam ini, yang merupakan sarana kejayaan, hendaknya kita bersujud serendah-rendahnya kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Nārāyaṇa, kepada Rṣi Nara-nārāyaṇa, manusia yang paling utama, kepada Ibu Sarasvatī, dewi ilmu pengetahuan, dan kepada Śrīla Vyāsadeva, penyusun Śrīmad-Bhāgavatam, sebagai bentuk penghormatan kita.

SB 1.2.5 : Wahai para resi, Anda sekalian telah mengajukan segala pertanyaan kepada saya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sungguh tepat sasaran, sebab ia berkaitan dengan Śrī Kṛṣṇa, maka dengan demikan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan dunia. Hanya pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang dapat memuaskan hati sang roh sepenuhnya.

SB 1.2.6 : Tugas kewajiban [dharma] tertinggi setiap manusia adalah dharma yang memungkinkan manusia mencapai bhakti dalam cinta kasih rohani kepada Tuhan. Bhakti itu harus bebas dari tujuan duniawi dan berkesinambungan guna memuaskan sang roh secara sempurna.  

SB 1.2.7 : Dengan melakukan pelayanan bhakti kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Śrī Kṛṣṇa, seseorang segera mendapatkan penge-tahuan dan ketidakterikatan dengan tanpa suatu alasan apa pun.

SB 1.2.8 : Semua kegiatan yang dilakukan seseorang berdasarkan kewajibannya, jika tidak dapat membangkitkan rasa tertarik terhadap ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa, hanya merupakan kerja keras yang tak berguna.

SB 1.2.9 : Segala jenis kesibukan pasti dimaksudkan untuk mencapai pembebasan tertinggi. Dilakukannya semua kesibukan itu hendaknya bukan untuk keuntungan material. Lebih jauh lagi, menurut para resi, orang yang melakukan pelayanan tertinggi hendaknya tetap teguh mengabaikan keuntungan material yang memungkinkan berkembangnya keinginan untuk memuaskan indera.

SB 1.2.10 : Keinginan-keinginan dalam hidup ini hendaknya tidak diarahkan pada kesenangan indera-indera badani. Sebaiknya hanya kehidupan sehat dan perlindungan sang diri yang dicari seseorang, sebab pencarian manusia dimaksudkan untuk mengarah pada Kebenaran Mutlak. Seharusnya tiada hal lain yang menjadi tujuan kegiatan kita.

SB 1.2.11 : Para rohaniwan yang penuh kearifan yang mengenal Kebenaran Mutlak menyebut substansi tunggal tersebut sebagai Brahman, Paramātmā atau Bhagavān.

SB 1.2.12 : Murid atau resi yang bertanya secara sungguh-sungguh, dilengkapi pengetahuan dan ketidakterikatan, menginsafi Kebenaran Mutlak tersebut dengan melakukan pelayanan bhakti berdasarkan apa yang sudah didengarnya dari Vedānta-śruti.

SB 1.2.13 : Oleh karena itu, Oh yang terbaik di kalangan orang yang telah menjalani kelahiran kedua, disimpulkan bahwa kesempurnaan tertinggi yang dapat dicapai seseorang dengan melaksanakan tugas-tugas kewajiban yang ditetapkan bagi pekerjaannya berdasarkan pembagian-pembagian golongan dan tahap-tahap hidup adalah untuk dapat memuaskan Personalitas Tuhan Yang Maha Esa.

SB 1.2.14 : Karena itu, dengan perhatian pada satu tujuan saja, orang hendaknya terus-menerus mendengarkan, memuji, mengingat, dan memuja Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, pelindung para penyembah.

SB 1.2.15 : Dengan pedang di tangan, orang cerdas memutus simpul-simpul pekerjaan yang membawa reaksi yang mengikat [karma] dengan cara ingat kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, siapa yang tidak akan memerhatikan amanat-Nya?

SB 1.2.16 : Wahai resi-resi yang telah menjalani kelahiran kedua, dengan melakukan pelayanan kepada para penyembah yang sudah bebas sepenuhnya dari segala sifat buruk, pelayanan agung telah di-laksanakan. Dengan pelayanan itu, orang memiliki nurani yang kuat untuk mendengarkan amanat-amanat Vāsudeva.

SB 1.2.17 : Śrī Kṛṣṇa, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan Paramātmā [Roh Yang Utama] di hati semua orang dan pemelihara penyembah yang jujur, menghilangkan keinginan untuk kenikmatan material dari hati penyembah yang telah me-ngembangkan keinginan untuk mendengarkan amanat-amanat-Nya, dimana amanat-amanat tersebut mulia dengan sendirinya apabila didengar dan dipuji dengan cara yang benar.

SB 1.2.18 : Dengan menghadiri pelajaran-pelajaran Bhāgavatam secara teratur dan melayani penyembah murni, semua unsur pengganggu di hati dibinasakan hingga hampir tiada, dan cinta rohani yang murni kepada Tuhan, yang dipuji dengan kidung-kidung suci, menjadi mantap sebagai kenyataan yang tidak dapat dibatalkan.

SB 1.2.19 : Begitu pelayanan cinta kasih rohani yang tidak dapat dibatalkan mantap di hati, pengaruh-pengaruh sifat nafsu dan kebodohan alam material, misalnya, hawa nafsu dan hasrat yang besar, menghilang dari dalam hati. Kemudian sang penyembah mantap dalam kebaikan, dan ia merasa bahagia sepenuhnya.

SB 1.2.20 : Setelah mantap dalam sifat kebaikan yang murni, orang yang pikirannya sudah menjadi riang disebabkan oleh terjadinya hubungan dengan pelayanan bhakti kepada Tuhan, memperoleh pengetahuan ilmiah yang positif mengenai Personalitas Tuhan Yang Maha Esa dalam tahap terbebaskan dari segala pergaulan material.

SB 1.2.21 : Dengan demikian simpul-simpul ikatan di hati dipotong, dan segala keraguan dimusnahkan. Rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menuai pahala berhenti ketika seseorang melihat sang roh sebagai pengendali.

SB 1.2.22 : Karena itu, tentu sejak dulu kala semua rohaniwan telah mempersembahkan pelayanan bhakti kepada Śrī Kṛṣṇa, Personalitas Ter-tinggi Tuhan Yang Maha Esa, dengan suka cita, sebab pelayanan suci itu membuat sang diri merasakan kegembiraan.

SB 1.2.23 : Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, yang melampaui segala sesuatu yang bersifat material, berhubungan secara tidak langsung dengan tiga sifat alam material, yaitu, nafsu, kebaikan, dan kebodohan. Hanya untuk penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan dunia material, Dia mengambil wujud-wujud berdasarkan sifat itu, yaitu Brahmā, Viṣṇu, dan Śiva. Di antara tiga perwujudan sifat itu, semua orang bisa mendapatkan manfaat tertinggi dari Viṣṇu, perwujudan sifat kebaikan.

SB 1.2.24 : Kayu bakar adalah transformasi tanah, namun asap lebih halus dari kayu bakar. Dan api lebih halus dari asap, dengan mengguna-kan api kita mendapatkan hasil, dan hasil tertinggi adalah ilmu pengetahuan [melalui korban-korban suci Veda]. Begitu juga, nafsu [rajas] lebih baik dari kebodohan [tamas], namun kebaikan [sattva] adalah yang terbaik, karena melalui kebaikan, seseorang dapat menginsafi Kebenaran Mutlak.

SB 1.2.25 : Sejak dahulu kala semua resi agung telah melakukan pelayanan suci kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa dilatari oleh eksistensi-Nya di atas tiga sifat alam material. Mereka memuja Personalitas Tuhan agar dibebaskan dari ikatan material dan dengan demikian meraih manfaat tertinggi. Siapa pun yang mengikuti langkah-langkah para otoritas agung itu juga memenuhi syarat untuk mencapai pembebasan dari dunia material.

SB 1.2.26 : Orang yang ingin benar-benar terbebaskan pasti sudah membuang rasa irinya, dan bersikap hormat kepada semua orang. Mereka menghindari bentuk seram maupun bentuk rupawan para dewa dan hanya memuja bentuk-bentuk yang penuh kebahagiaan milik Śrī Viṣṇu dan bagian-bagian yang berkuasa penuh dari Dia.

SB 1.2.27 : Orang yang mengultuskan para leluhur, berhala, dan dewa-dewa/ tokoh-tokoh tertentu yang berkuasa atas aktivitas alam semesta, berada di bawah pengaruh sifat nafsu dan dilatari oleh ketidaktahuannya. Hal itu didorong oleh keinginannya untuk mendapatkan berkah berupa kesenangan badani, harta, kekuasaan, dan keturunan.

SB 1.2.28 : Di dalam kitab-kitab suci, obyek tertinggi bagi pengetahuan ialah Śrī Kṛṣṇa, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan melakukan korban suci [yadnya] adalah memuaskan Dia. Yoga bertujuan untuk menginsafi Dia. Semua kegiatan yang bertujuan untuk menuai pahala sebenarnya hanya diberkahi oleh Dia. Dialah pengetahuan tertinggi, dan segala bentuk pertapaan keras dilakukan untuk mengenal Dia. Agama [dharma] adalah melakukan pelayanan cinta kasih rohani kepada Dia. Dialah tujuan tertinggi kehidupan.

SB 1.2.30 : Pada awal penciptaan material itu, Personalitas Tuhan Yang Maha Esa Yang Mutlak [Vāsudeva], pada posisi-Nya yang melampaui sifat-sifat material, menciptakan energi-energi penyebab dan akibat melalui energi internal-Nya Sendiri.

SB 1.2.31 : Setelah menciptakan seluruh isi alam material, Tuhan [Vāsudeva] memperbanyak Diri-Nya lalu masuk ke dalam ciptaan. Walaupun Dia berada di tengah-tengah sifat alam material dan nampak seolah-olah seperti salah satu dari makhluk-makhluk ciptaan, Dia selalu bebas sepenuhnya dalam kedudukan rohani-Nya.

SB 1.2.32 : Tuhan, sebagai Roh Yang Utama, bertempat di dalam segala sesuatu, seperti keberadaan api di dalam kayu, sehingga Dia nampak seolah-olah terdiri dari banyak jenis, padahal Dia adalah esa yang mutlak tiada duanya.

SB 1.2.33 : Roh Yang Utama memasuki badan-badan makhluk yang diciptakan yang dipengaruhi oleh sifat-sifat alam material, dan menyebabkan mereka menikmati pengaruh sifat-sifat itu melalui pikiran yang halus.

SB 1.2.34 : Demikianlah Penguasa semua alam semesta memelihara seluruh planet yang dihuni oleh para dewa, manusia, dan binatang. Dengan mengambil peran sebagai inkarnasi-inkarnasi, Tuhan melakukan kegiatan untuk menyelamatkan orang yang berada dalam sifat kebaikan murni.

SB 1.3: Kṛṣṇa adalah Sumber Segala Inkarnasi  


SB 1.3.1 : Sūta berkata: Pada awal penciptaan, pertama-tama Tuhan meluaskan Diri-Nya dalam wujud semesta inkarnasi puruṣa dan mewujudkan semua unsur material. Dengan demikian pertama-tama diciptakan enambelas prinsip kegiatan material. Bertujuan untuk menciptakan alam semesta material.

SB 1.3.2 : Satu bagian dari puruṣa berbaring di dalam air alam semesta, dari cerukan pusar badan-Nya tumbuh setangkai bunga padma, dan di atas bunga padma pada ujung tangkai itu, Brahmā, sang penguasa semua insinyur alam semesta, terwujud.

SB 1.3.3 : Dijelaskan bahwa semua susunan planet di alam semesta material berada di dalam badan puruṣa yang sangat besar, dimana Dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan unsur-unsur material yang tercipta. Badan-Nya kekal secara sempurna dalam keberadaan rohani.

SB 1.3.4 : Di mata penyembah, dengan penglihatannya yang sempurna itu, terlihat wujud rohani puruṣa dengan beribu-ribu kaki, paha, lengan dan wajah—kesemuanya sangat menakjubkan. Pada tubuh rohani itu ada beribu-ribu kepala, telinga, mata dan hidung, berhiaskan beribu-ribu mahkota dan anting-anting yang berkilauan dan badan-Nya dihiasi kalung untaian bunga yang sangat indah.

SB 1.3.5 : Wujud itu [manifestasi puruṣa yang kedua] adalah sumber dan benih yang tidak dapat dimusnahkan dari berbagai inkarnasi Tuhan di dalam alam semesta. Berbagai makhluk hidup, misalnya dewa, manusia dan lain-lain, diciptakan dari butir-butir dan bagian-bagian wujud tersebut.

SB 1.3.6 : Pertama-tama, pada awal ciptaan, ada empat orang putra Brahmā yang hidup selibat [Brahmacari Kumāra bersaudara]. Mereka teguh  memegang sumpah untuk tidak menikah dan menjalani pertapaan keras untuk menginsafi Kebenaran Mutlak.

SB 1.3.7 : Penikmat tertinggi segala korban suci berinkarnasi sebagai babi hutan [inkarnasi kedua]. Untuk kesejahteraan bumi, Dia mengangkat bumi dari wilayah bagian bawah alam semesta.

SB 1.3.8 : Pada zaman para resi, inkarnasi ketiga Tuhan Yang Maha Esa adalah Devarsi Nārada, resi agung di kalangan para dewa sebagai inkarnasi yang dikuasakan. Beliau merangkumkan ulasan-ulasan Veda yang berkenaan dengan bhakti untuk menginspirasi orang-orang melakukan tugas kewajibannya dengan tanpa pamrih.

SB 1.3.9 : Pada inkarnasi keempat, Tuhan menjadi Nara dan Nārāyana, putra kembar istri Raja Dharma. Demikianlah Dia menjalani pertapaan keras untuk menjadi contoh cara mengendalikan indera.

SB 1.3.10 : Inkarnasi kelima, bernama Śrī Kapila, adalah yang paling utama di antara insan-insan sempurna. Dia memberikan ulasan mengenai unsur-unsur ciptaan dan metafisika kepada Äsuri Brāhmaṇa, sebab pengetahuan tersebut telah hilang ditelan zaman.

SB 1.3.11 : Inkarnasi keenam dari Puruṣa adalah putra Ṛṣi Atri. Dia dilahirkan dari kandungan Anasuya, yang telah berdoa memohon turunnya inkarnasi Tuhan. Dia membicarakan hal-hal rohani kepada Alarka, Prahlāda dan lain-lain [Yadu, Haihaya, dsb.].

SB 1.3.12 : Inkarnasi ketujuh adalah Yajña, putera Prajāpati Rucī dan isterinya yang bernama Äkuti. Dia berkuasa selama masa pergantian Svāyambhuva Manu dan dibantu oleh dewa-dewa seperti putera-Nya, yaitu Yāma.

SB 1.3.13 : Inkarnasi kedelapan adalah Raja Ṛṣabha, putera Raja Nabhi dan isterinya bernama Merudevī. Dalam inkarnasi ini, Tuhan memperlihatkan jalan kesempurnaan yang diikuti oleh orang-orang yang telah mengendalikan indera sepenuhnya dan dihormati oleh semua kalangan.

SB 1.3.14 : Wahai para brāhmaṇa, dalam inkarnasi kesembilan, Tuhan, setelah dimohon melalui kekuatan doa para resi, berinkarnasi menjadi seorang raja [Pṛthu] yang mengembangkan pertanian untuk tujuan meningkatkan produksi berbagai hasil bumi, dan karena itu bumi tampak indah berseri.

SB 1.3.15 : Ketika terjadi banjir bandang pasca periode Cākṣuṣa Manu dan seluruh dunia tenggelam, Tuhan berinkarnasi sebagai ikan dan melindungi Vaivasvata Manu, dengan menempatkan beliau di atas kapal.

SB 1.3.16 : Inkarnasi kesebelas, Tuhan berinkarnasi sebagai kura-kura yang cangkang-Nya dijadikan landasan untuk memutar-mutar Bukit Mandarācala, tongkat pengaduk lautan susu alam semesta oleh para Dewa dan para Asura.

SB 1.3.17 : Inkarnasi keduabelas, Tuhan berinkarnasi menjadi Dhanvantari. Inkarnasi ketigabelas, Dia mengelabui para asura dengan pesona kecantikan seorang perempuan dan kemudian memberikan minuman amṛta kepada para Dewa untuk diminum.

SB 1.3.18 : Inkarnasi keempatbelas, Tuhan muncul sebagai Nṛsiḿha dan mem-belah badan kuat Hiranyakasipu dengan kuku-Nya, persis seperti tukang kayu membelah rotan.

SB 1.3.19 : Inkarnasi kelimabelas, Tuhan berwujud sebagai seorang brāhmaṇa kurcaci [Vāmana] dan mengunjungi ritual yang diselenggarakan oleh Mahārāja Bali. Walaupun berniat mengambil seluruh kerajaan ketiga susunan planet, hanya sebidang tanah seluas tiga langkah saja yang Dia minta.

SB 1.3.20 : Inkarnasi-Nya yang keenambelas, Tuhan [sebagai Bṛghupati] menghancurkan golongan penguasa [para kṣatriya] sebanyak duapuluh satu kali karena Tuhan marah kepada mereka, akibat ulah mereka yang menentang para brāhmaṇa [golongan cerdas]

SB 1.3.21 : Sesudah semua itu, inkarnasi ketujuhbelas Tuhan Yang Maha Esa, sebagai Śrī Vyāsadeva muncul dalam kandungan Satyavatī melalui Parāśara Muni. Beliau membagi Veda menjadi beberapa cabang dan ranting, karena melihat bahwa kecerdasan spiritual orang-orang pada umumnya menurun.

SB 1.3.22 : Inkarnasi kedelapanbelas, Tuhan muncul sebagai Raja Rāma. Untuk menenangkan para dewa, Dia memperlihatkan kehebatan yang melebihi kekuatan manusia dengan mengendalikan Samudera Hindia dan kemudian membunuh rākṣasa bernama Raja Rāvaṇa yang berada di seberang laut.

SB 1.3.23 : Inkarnasi kesembilanbelas dan keduapuluh, Tuhan Sendiri men-jelma sebagai Śrī Balarāma dan Śrī Kṛṣṇa dalam keluarga Vṛṣṇi [dinasti Yadu], dan dengan bertidak demikian, Dia menghilangkan beban dunia.

SB 1.3.24 : Selanjutnya, di awal-awal Kali-yuga, Tuhan muncul sebagai Sang Buddha, putra Añjanā, di provinsi Gayā, dengan misi hanya untuk mengelabui orang-orang yang iri hati kepada orang yang patuh dan percaya kepada Tuhan.

SB 1.3.25 : Setelah itu, pada masa peralihan antara dua yuga, penguasa ciptaan akan dilahirkan sebagai inkarnasi Kalki dan menjadi putra Viṣṇu Yaśā. Pada masa itu, para penguasa Bumi sudah sangat nista hingga menjadi perampas saja.

SB 1.3.26 : Wahai para brāhmaṇa, inkarnasi-inkarnasi Tuhan berjumlah tidak terbatas ibarat anak-anak sungai yang mengalir dari sumber-sumber air yang tak pernah habis.

SB 1.3.27 : Semua resi, Manu, dewa-dewa dan keturunan Manu yang secara khusus berkekuatan luar biasa merupakan bagian paripurna atau bagian dari bagian paripurna Tuhan. Termasuk para Prajāpati.

SB 1.3.28 : Semua inkarnasi yang disebutkan di atas adalah bagian paripurna atau bagian dari bagian paripurna Tuhan, namun Śrī Kṛṣṇa adalah Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa yang paling utama. Semua inkarnasi tersebut muncul di planet-planet kapan pun terjadi gangguan yang diciptakan oleh para asura. Tuhan berinkarnasi untuk melindungi orang-orang yang patuh kepada-Nya.

SB 1.3.29 : Barang siapa yang menggunakan waktunya pagi dan malam untuk mendengarkan rahasia di balik kemunculan-kemunculan Tuhan ini, dan mengerti dengan sikap penuh bhakti akan terbebas dari segala penderitaan hidup.

SB 1.3.30 : Wujud virāṭ semesta Tuhan, wujud Tuhan di dunia material ini bersifat semu. Bertujuan untuk membuka wawasan spiritual orang-orang yang masih dalam kegelapan [dan para pemula] dalam mengisi ruang cara berpikir mereka mengenai kemahakuasaan Tuhan. Namun sejatinya, wujud Tuhan itu tidak pernah bersifat material.

SB 1.3.31 : Awan dan debu terbawa udara, namun yang terlihat oleh orang-orang awam hanya awan di langit. Demikian pula, konsep duniawi mereka terapkan pada sang roh.

SB 1.3.32 : Di luar gambaran kasar ini ada lagi wujud lain, gambaran halus mengenai wujud yang tanpa bentuk resmi dan tidak terlihat, tidak terdengar, serta tidak termanifestasi. Makhluk hidup mempunyai wujudnya di luar yang halus ini, jika tidak ia tidak dapat lahir berulang-ulang.

SB 1.3.33 : Kapan pun seseorang mengalami, melalui keinsafan diri, bahwa badan kasar dan badan halus tidak bersinggungan dengan sang diri yang murni, ketika itulah dia melihat dirinya sendiri dan juga Tuhan.

SB 1.3.34 : Atas karunia Tuhan, pengaruh energi yang menyesatkan diredam dan makhluk hidup sepenuhnya mendapat pengetahuan spiritual, maka ia langsung tercerahkan dalam keinsafan-diri sehingga mantap dalam kemuliaannya sendiri.

SB 1.3.35 : Demikianlah orang terpelajar menguraikan kelahiran-kelahiran dan kegiatan-kegiatan Dia yang tanpa kelahiran dan tanpa kegiatan, Yang tak terpecahkan bahkan dalam sastra Veda sekalipun. Dialah Tuhan yang bersemayam dalam hati sanubari.  

SB 1.3.36 : Tuhan, yang kegiatan-Nya senantiasa tanpa noda, adalah penguasa enam indera dan mahakuasa secara sempurna dengan enam kehebatan. Dia menciptakan alam-alam semesta yang berwujud, memelihara dan meleburnya tanpa Diri-Nya dipengaruhi sedikit pun. Dia berada di dalam setiap makhluk hidup dan selalu tidak bergantung kepada siapa pun yang lain.

SB 1.3.37 : Tanpa pengetahuan spiritual yang mumpuni, seseorang tidak dapat mengenal sifat rohani wujud, nama, dan kegiatan-kegiatan Tuhan, yang ibarat seorang aktor dalam sebuah drama. Dan mereka tidak dapat mengekspresikannya baik dengan teori spekulasi maupun dengan kata-kata.

SB 1.3.38 : Hanya orang yang ikhlas dan tanpa henti melakukan pelayanan positif kepada kaki padma Śrī Kṛṣṇa, Sang Pengangkat Roda Kereta di tangan-Nya, yang dapat mengenal sang pencipta alam semesta itu yang penuh keagungan, kekuatan dan bersifat transendental.

SB 1.3.39 : Hanya pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang membuat sese-orang berhasil dan berpengetahuan secara sempurna di dunia ini, sebab pertanyaan-pertanyaan tersebut membangkitkan cinta yang membahagiakan secara rohani kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, sang pemilik semua alam semesta, dan hal itu menjamin kebebasan seratus persen dari terulangnya kelahiran dan kematian yang mengerikan.

SB 1.3.40 : Śrīmad-Bhāgavatam adalah inkarnasi Tuhan sebagai sastra, disusun oleh Śrīla Vyāsadeva, inkarnasi Tuhan. Śrīmad-Bhāgavatam ini dimaksudkan untuk kebaikan tertinggi semua orang, dan bersifat serba berhasil, serba membahagiakan dan serba sempurna.

SB 1.3.41 : Śrī Vyāsadeva mengajarkan mengenai Śrīmad-Bhāgavatam kepada puteranya, seorang tokoh paling dihormati oleh kalangan orang yang telah menginsafi identitas diri, setelah Vyāsadeva mengambil inti sari semua sastera Veda dan sejarah alam semesta.

SB 1.3.42 : Śukadeva Gosvāmī, putera Vyāsadeva, kemudian menyampaikan Bhāgavatam kepada Mahārāja Parīkṣit yang agung, yang duduk di tepi Sungai Gangga sambil menanti ajalnya tiba tanpa makan dan tanpa minum, dikelilingi oleh para resi mulia.

SB 1.3.43 : Bhāgavata Purāṇa ini bagaikan matahari terbit, yang muncul tidak lama pasca keberangkatan Śrī Kṛṣṇa ke tempat tinggal pribadi-Nya dimana dharma, pengetahuan, dsb., ikut pergi bersama-Nya. Masyarakat manusia yang ditinggal pergi itu berada dalam kegelapan karena ditutupi oleh gelapnya pengaruh zaman Kali, dan akan memperoleh pencerahan dari Purāṇa ini.

SB 1.3.44 : Wahai brāhmaṇa terpelajar, pada saat Śukadeva Gosvāmī menyampaikan Śrīmad-Bhāgavatam di sana [di hadapan Mahārāja Parīkṣit], saya mendengarkan dengan penuh perhatian, dengan demikian, berkat karunianya, saya telah mempelajari Bhāgavatam dari orang suci agung dan penuh potensi itu. Sekarang saya coba menyampai-kannya untuk Anda dengarkan, sama persis sebagaimana saya telah dengar dari beliau dan sebagaimana telah saya insafi.

SB 1.4: Kemunculan Śrī Nārada  

SB 1.4.1 : Usai mendengar Sūta Gosvāmī berkata demikian, Śaunaka Muni, tokoh senior yang paling berpengalaman di antara semua resi yang giat menyelenggarakan upacara suci panjang itu, memberikan sam-butan kepada Sūta Gosvāmī dengan kata-kata sebagai berikut.

SB 1.4.2 : Śaunaka berkata: Wahai Sūta Gosvāmī, Engkaulah resi yang paling beruntung dan terhormat di antara semua tokoh penceramah dan ahli membaca aksara. Silakan sampaikan amanat-amanat suci Śrīmad-Bhāgavatam, yang telah disabdakan oleh resi mulia dan perkasa, Śukadeva Gosvāmī.

SB 1.4.3 : Pada zaman apa dan di mana karya agung ini dimulai untuk kali pertama, dan mengapa karya ini dibicarakan? Dari manakah Kṛṣṇa-dvaipāyana Vyāsa, sang resi agung itu mendapat inspirasi untuk menyusun sastera ini?

SB 1.4.4 : Putera Vyasādeva adalah seorang penyembah agung, pengikut monisme yang berjiwa seimbang, dengan pikiran senantiasa terpusat pada yang tunggal. Beliau bertempat di atas kegiatan material, namun karena semua itu tidak beliau tonjolkan, beliau tampak seperti orang bodoh.

SB 1.4.5 : Ketika Śrī Vyāsadeva menyusul puteranya dan melintas di pinggir sungai di hadapan gadis-gadis yang sedang mandi, gadis-gadis itu berusaha untuk menutupi tubuh mereka, di mana Śrī Vyāsadeva sendiri tidak berniat untuk melihat kewanitaan mereka. Sebelumnya para perempuan itu sama sekali tidak merasa risih ketika putera Vyāsadeva yang melintas di depan mereka. Sang resi menanyakan hal itu kepada mereka dan mereka menjawab bahwa kesucian sang putera terasa oleh mereka dimana ketika sang putera melihat mereka telanjang, sang putera tidak melihat perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sedangkan sang resi masih melihat perbedaan tersebut.

SB 1.4.6 : Bagaimana beliau [Śrīla Śukadeva Gosvāmī, putera Vyāsa] dikenal oleh para warga pada waktu beliau memasuki kota Hastināpura [kini Delhi], setelah mengembara di provinsi Kuru dan Jāñgala, dengan berpenampilan seperti orang gila, bisu, dan cacat mental?

SB 1.4.7 : Bagaimana kisahnya hingga Mahārāja Parīkṣit bertemu dengan resi agung tersebut, yang memungkinkan hakikat rohani sastera Veda ini [Bhāgavatam] disampaikan kepada beliau?

SB 1.4.8 : Rutinitas beliau [Śukadeva Gosvāmī] adalah menunggu di depan pintu rumah orang berumah tangga selama waktu memerah susu satu ekor sapi. Dan beliau melakukan demikian hanya untuk me-nyucikan tempat tinggal tersebut.

SB 1.4.9 : Dikatakan bahwa Mahārāja Parīkṣit adalah peyembah Tuhan kelas utama yang sangat mulia dan bahwa kelahiran serta kegiatan-kegiatannya semuanya luar biasa. Mohon memberitahukan kepada kami hal-hal berkenaan dengan kehidupannya.

SB 1.4.10 : Ia seorang raja agung pewaris tahta kerajaan besar dengan harta kekayaan melimpah. Kemuliaannya membuat dinasti Pāṇḍu semakin termasyhur. Lalu mengapa ia meninggalkan segalanya, duduk di tepi Sungai Gangga dan berpuasa hingga meninggal dunia?

SB 1.4.11 : Ia seorang raja yang sangat agung hingga semua musuhnya bersedia datang dan bersujud di kakinya, menyerahkan segala kekayaan demi kesejahteraan diri mereka sendiri. Ia masih muda dan perkasa, dan memiliki peringkat kekayaan kerajaan yang tak pernah terlam-paui. Mengapa dia ingin melepaskan segalanya, termasuk nyawanya?

SB 1.4.12 : Orang yang mengabdikan diri kepada misi Tuhan Yang Maha Esa, menjalani hidupnya hanya untuk kesejahteraan, perkembangan, dan kebahagiaan orang lain. Hidupnya bukan untuk keuntungan diri sendiri. Jadi, walaupun sang raja [Parīkṣit] bebas dari segala ikatan harta benda material, mengapa ia tega meninggalkan badan jasmaninya, yang merupakan naungan bagi orang lain?

SB 1.4.13 : Kami mengetahui bahwa Andalah ahlinya dalam mengulas semua topik, kecuali beberapa bagian Veda, dan karena itu Anda dapat memberikan kami jawaban memuaskan atas segala pertanyaan yang baru saja kami ajukan.

SB 1.4.14 : Sūta Gosvāmī berkata: Ketika Yuga kedua dilangkahi oleh yang ketiga, resi agung [Vyāsadeva] lahir dari Parāśara dalam kan-dungan Satyavatī, puteri Vasu.

SB 1.4.15 : Pada suatu pagi, usai mandi pagi di sungai Sarasvatī, beliau [Vyāsadeva] duduk menyepi memusatkan pikiran hingga terbit matahari.

SB 1.4.16 : Resi agung Vyāsadeva dapat melihat terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam hal kewajiban-kewajiban zaman. Ini terjadi di bumi pada berbagai zaman, disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang tidak nampak seiring dengan berlalunya Sang Kala.

SB 1.4.17 : Resi agung itu, yang berbekalkan pengetahuan sempurna, melihat dengan mata rohaninya betapa merosotnya segala sesuatu yang ber-sifat material, karena pengaruh zaman. Juga, beliau dapat melihat bahwa usia harapan hidup manusia kian pendek yang menyebabkan manusia kehilangan sifat baik dan kesabarannya. Demikianlah beliau merenung mencari solusi untuk kebaikan dan kesejahteraan semua golongan dan tahap kehidupan.

SB 1.4.19 : Beliau tahu bahwa korban-korban suci Veda merupakan sarana penyucian pekerjaan. Guna memudahkan proses tersebut, beliau membagi Veda yang tunggal menjadi empat, agar mudah terserap oleh seluruh masyarakat.

SB 1.4.20 : Empat bagian dari sumber awal segala pengetahuan [Veda] disusun secara terpisah. Tetapi fakta-fakta sejarah dan kisah-kisah nyata yang disebutkan dalam kitab-kitab Purāṇa disebut sebagai Veda kelima.

SB 1.4.21 : Setelah Veda dibagi menjadi empat bagian, Paila Ṛṣi menjadi guru besar Ṛg Veda, Jaimini menjadi guru besar Sāma Veda, dan Vaiśampāyana sendiri diagungkan berkat Yajur Veda.

SB 1.4.22 : Sumantu Muni Añgirā, yang sangat tekun dalam bhakti, diserahi Atharva Veda. Ayah saya, Romaharṣaṇa, diserahi kitab-kitab Purāṇa dan catatan-catatan sejarah.

SB 1.4.23 : Semua sarjana terpelajar ini kemudian menyampaikan kitab-kitab Veda yang telah dipercayakan kepadanya, kepada banyak murid mereka, dari murid ke murid, dan dari murid-murid ke murid-murid yang lain, dan dengan demikian terbentuklah masing-masing cabang pengikut Veda.  

SB 1.4.24 : Demikianlah resi agung Vyāsadeva, yang sangat murah hati kepada rakyat umum, menyunting kitab-kitab Veda agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak berpendidikan formal.

SB 1.4.25 : Karena kemuliaan hatinya, resi agung itu berkarya dengan penuh kearifan untuk memungkinkan manusia mencapai tujuan terting-ginya. Demikianlah beliau segera menyusun kisah sejarah agung Mahābhārata untuk para perempuan, pekerja, dan kerabat orang yang sudah menjalani kelahiran kedua.

SB 1.4.26 : Wahai brāhmaṇa-brāhmaṇa yang sudah menjalani kelahiran kedua, perasaan tidak puas masih saja menyelimuti diri beliau, kendati telah sepenuhnya tekun dalam usaha menyejahterakan semua orang.

SB 1.4.27 : Demikianlah sang resi, yang hatinya risau, mulai merenung, karena mengetahui hakikat dharma, beliau berbisik dalam hati:

SB 1.4.28 : Dengan hati teguh mengikuti disiplin sumpah-sumpah tegas, tanpa kepalsuan, saya memuja Veda, guru spiritual, dan altar pemujaan korban suci. Juga saya telah mematuhi aturan dan menguak tabir makna dari garis perguruan melalui penjelasan Mahābhārata, yang memungkinkan bahkan kaum perempuan, śūdra dan yang lainnya [para kerabat orang yang telah menjalani kelahiran-kedua] pun dapat melihat jalan dharma.

SB 1.4.30 : Saya merasakan ada yang kurang pada diri saya, meskipun saya telah dibekali secara sempurna segala sesuatu yang dipersyaratkan oleh kitab-kitab Veda.

SB 1.4.31 : Mungkin karena saya tidak mengemukakan bhakti kepada Tuhan secara khusus, yaitu kegiatan yang disenangi baik oleh insan yang sudah mencapai kesempurnaan maupun oleh Tuhan Sendiri, Dia Yang tak pernah gagal.

SB 1.4.32 : Seperti disebutkan sebelumnya, Nārada tiba di kediaman Kṛṣṇa-dvaipāyana Vyāsa yang bertempat di tepi sungai Sarasvatī tepat ketika Vyāsadeva sedang merenungkan kekurangannya.

SB 1.4.33 : Pada saat kedatangan Śrī Nārada yang bertuah itu, Śrī Vyāsadeva langsung bangkit dari tempat duduknya, dengan sikap yang sangat hormat sambil melakukan pemujaan kepada Srī Nārada, sama seperti beliau memuja Brahmāji, Sang Pencipta.  

Post a Comment

Sanatana Dharma Indonesia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk saling berbagi Pengetahuan Kerohanian. Silahkan memberikan masukan positif yang membangun demi kemajuan rohani kita bersama semuanya. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Post a Comment

Sanatana Dharma Indonesia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk saling berbagi Pengetahuan Kerohanian. Silahkan memberikan masukan positif yang membangun demi kemajuan rohani kita bersama semuanya. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Ads

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

  • Hare Krishna

    Hare Krishna

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out

 

Horizontal Random Posts


Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

New Crosscol Bottom



Mari Kita Saling Membantu Misi Srila Prabhupada Dengan Menyebarkan Buku-buku Rohani

Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store

Bhagavad Gita.

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Krishna Jilid 3

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Brahmacari

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Usaha Mencari Pembebasan

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Upadesamrta

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

A Second Chance

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Dengan Membaca Buku-buku Karya Srila Prabhupada Kita Akan Mendapatkan Pemahaman Spiritual Yang Lebih Mendalam

Semua Buku Ini Dapat Dipesan Di MAHANILA STORE HTTP://MAHANILASTORE.BLOGSPOT.COM

Hubungi: Mahanila Das di HP/WA: 0812-7740-3909

Mahanila Store

Bhagavad Gita.

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Sri Caitanya Caritamrta

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Kesempurnaan Yoga

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Gita Mahamatya

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

Upadesamrta

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

Mahanila Store

A Second Chance

Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)

DAPATKAN KOLEKSI BUKU TERBARU KAMI

MAHANILA STORE (SAHABAT BELANJA ANDA)

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

DAFTAR BUKU-BUKU TERLARIS

TELAH TERJUAL DI DISELURUH INDONESIA

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Avatara

Mahanila Store

Mahanila Store

Di Luar Kelahiran dan Kematian

Sahabat Belanja Anda

Mahanila Store

Dharma Menurut Veda

Mahanila Store

Mahanila Store

Mahanila Store

Sahabat Belanja Anda

Today Quotes

Srimad Bhagavad-gita

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 1

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Caitanya Caritamrta

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 2

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

The Nectar Of Devotion

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 3

Mahanila Store Mahanila Store Mahanila Store

A Second Chance

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Iklan Kolom 4

Kharisma Computer HP/WA : 081277403909 (Mahanila das)

Related Posts

Tambahan Crosscol Bawah

he krishna karuna-sindho dina-bandho jagat-pate gopesa gopika-kanta radha-kanta namo 'stu te
O Sri Krishna yang hamba cintai, Andalah kawan bagi orang yang berdukacita, Andalah sumber ciptaan. Andalah tuan bagi para gopi dan Andalah yang mencintai Radharani. Hamba bersujud dengan hormat kepada Anda.


Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Bouncing ball Bouncing ball Bouncing ball Sanatana Dharma Indonesia Visit Mahanila Store at http://mahanilastore.blogspot.com
[Mahanila].. [Mahanila Store].. [Sanatana Dharma Indonesia].. [Mahanila Rent Car Batam].. [Cakadola Store].. [Sadhu Guru Sastra].. [Nityam Bhagavata Sevaya]
[Cara Belanja].. [Kontak].. [About Us].. [Testimonial]..
Silahkan Preview Website Favorit Anda!

Copyright © 2013-17 Sanatana Dharma Indonesia. All Rights Reserved.